PT. Borneo Emas Hitam Terapkan Standar Keselamatan Tinggi di Area Tambang

Portalraya com, KUTAI KARTANEGARA – PT. Borneo Emas Hitam terus menguatkan komitmennya dalam menerapkan standar keselamatan kerja yang tinggi di area tambang Site Loa Tebu.

Hal ini tercermin dalam laporan evaluasi bulanan Departemen HSE yang memuat sejumlah langkah strategis dalam manajemen risiko, pengendalian kecelakaan, serta peningkatan kapasitas pekerja untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat.

Perusahaan juga secara aktif menjalankan inspeksi keselamatan, edukasi, dan kegiatan sosial bagi masyarakat sekitar. “Kami menjunjung tinggi prinsip: datang sehat, kerja aman, pulang selamat. Ini bukan hanya slogan, tapi menjadi budaya kerja di seluruh lini operasional kami,” ujar Zaki Wardana, General Manager PT Borneo Emas Hitam, pada Selasa (8/7/2025).

Dalam aspek regulasi, perusahaan beroperasi dengan mengacu pada berbagai peraturan nasional, termasuk UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja dan PP No. 50 Tahun 2012 tentang Sistem Manajemen K3. “Kami menekankan pada identifikasi bahaya secara rutin, evaluasi risiko, serta komunikasi dan konsultasi terbuka antar departemen,” tambahnya.

Perusahaan memiliki 209 karyawan, dengan 178 pekerja lokal dan 31 non-lokal. Pekerja lokal mendominasi bagian operasional, sedangkan non-lokal terbagi merata di lini foreman, administrasi, dan operasional. “Karyawan lokal mencapai 81 persen, menunjukkan keberpihakan kami terhadap pemberdayaan tenaga kerja setempat,” ungkapnya.

Untuk mendukung operasional, perusahaan mengoperasikan 51 unit alat berat yang diawasi secara ketat melalui inspeksi berkala. “Inspeksi dilakukan harian di area workshop, loading point, dan dumping area untuk meminimalisir potensi bahaya,” tambahnya.

Kegiatan lain yang rutin dilakukan termasuk Safety Talk & P5M sebelum bekerja, induksi bagi karyawan baru, serta pelatihan tanggap darurat dan investigasi kecelakaan. PT. Borneo Emas Hitam juga melaksanakan program CSR seperti perbaikan jalan dan normalisasi parit di sekitar lokasi tambang.

“Kami ingin tambang tidak hanya memberi manfaat ekonomi, tapi juga sosial. Kolaborasi dengan warga penting agar keberadaan kami diterima dan membawa dampak positif,” tutup Zaki Wardana.

Keseluruhan langkah ini merupakan implementasi nyata sistem manajemen keselamatan pertambangan yang diharapkan mampu menciptakan lingkungan kerja tanpa insiden dan mendorong produktivitas karyawan. “Keselamatan adalah tanggung jawab semua pihak, bukan hanya tugas bagian HSE,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *