Portalraya.com, Sanga-Sanga – PT Indomining kembali menegaskan komitmennya terhadap keselamatan dan kesehatan kerja dengan menyelenggarakan pelatihan terpadu Fire and Rescue Emergency Response Team, Fire Control and Handling, serta Victim Rescue Competition. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu (28/01/2026) di Site Office PT Indomining, Jalan Raya Sangasanga-Pendingin RT 23, dan melibatkan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Pos Sektor Sangasanga sebagai narasumber utama.
Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kesiapsiagaan pekerja dalam menghadapi kondisi darurat, tidak hanya terkait kebakaran, tetapi juga potensi ancaman hewan berbahaya seperti tawon dan ular yang kerap ditemui di wilayah operasional maupun permukiman sekitar.
Materi pertama disampaikan oleh M. Rizki Nizam dari Damkarmatan Sangasanga yang memaparkan dasar-dasar teori api dan kebakaran.
Ia menjelaskan bahwa api merupakan proses oksidasi cepat yang menghasilkan panas dan cahaya, yang dapat bermanfaat apabila terkendali, namun berpotensi menimbulkan kerugian besar apabila berkembang menjadi kebakaran tidak terkontrol.
Peserta juga dibekali pemahaman mengenai teori segitiga api, yakni bahan bakar, panas, dan oksigen, sebagai elemen utama terjadinya kebakaran.
“Upaya pemadaman pada dasarnya memutus salah satu unsur segitiga api, baik dengan pendinginan, pemisahan bahan bakar, maupun menghilangkan suplai oksigen,” jelas Rizki.
Dalam sesi lanjutan, peserta diperkenalkan dengan berbagai jenis Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang meliputi water, foam, powder, dan CO₂, beserta klasifikasi kebakaran A, B, C, dan D.
Untuk penggunaan rumah tangga, APAR jenis powder direkomendasikan karena fleksibel menangani berbagai kelas kebakaran. Selain itu, dijelaskan pula pentingnya pemeriksaan rutin APAR serta pengenalan fireball sebagai alternatif pemadam praktis untuk kebakaran skala kecil.
Materi teknis lainnya mencakup pengenalan peralatan pemadam seperti nozzle dan selang, serta tata cara penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Rizki menekankan pentingnya golden time, di mana petugas harus siap menggunakan APD lengkap dan bergerak menuju lokasi kejadian dalam waktu maksimal satu menit guna meminimalkan dampak kebakaran.
Sementara itu, Rahman selaku Kepala Tim Regu Damkarmatan Pos Sektor Sangasanga memberikan edukasi terkait penanganan hewan berbahaya. Ia menjelaskan prosedur penanganan sarang tawon menggunakan baju pelindung khusus, serta pendekatan berbeda dalam menangani ular berbisa dan tidak berbisa sesuai standar keselamatan.
“Prinsip utamanya adalah tidak mengambil risiko. Jika menemukan hewan berbahaya, segera laporkan kepada petugas berwenang,” tegas Rahman.
Melalui pelatihan ini, PT Indomining berharap seluruh peserta mampu meningkatkan kapasitas penanganan darurat yang dapat diterapkan baik di lingkungan kerja maupun dalam kehidupan sehari-hari, sebagai bagian dari budaya keselamatan yang berkelanjutan.(Silvi)
