RTH Sangasanga dan Peresmian Patung Bung Karno, Jadi Momentum Kebangkitan Ruang Publik dan Semangat Kebangsaan Warga

eb84fcdc-831f-47ad-8557-6bfb9f99a2ef

Portalraya.com, Kukar – Upaya menghidupkan kembali ruang publik yang bermakna bagi masyarakat terwujud dalam peresmian Patung Proklamator Republik Indonesia Ir. Soekarno sekaligus revitalisasi Ruang Terbuka Hijau (RTH) Sangasanga, Selasa (27/01/2026), di Lapangan Sangasanga. Momentum ini tidak hanya menjadi peristiwa simbolik penghormatan terhadap tokoh bangsa, tetapi juga menandai kebangkitan ruang publik sebagai pusat interaksi sosial, budaya, dan peneguhan identitas kebangsaan.

Peresmian tersebut dirayakan melalui pesta rakyat bernuansa nasionalisme yang melibatkan partisipasi luas masyarakat.

Kolaborasi solid antara 24 Rukun Tetangga (RT) se-Kelurahan Sangasanga, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), serta Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kecamatan Sangasanga menjadi fondasi utama suksesnya kegiatan ini.

Sinergi lintas elemen tersebut mencerminkan kuatnya semangat gotong royong yang masih terpelihara dalam kehidupan sosial warga. Keterlibatan masyarakat berlangsung inklusif, mencakup berbagai kelompok usia, mulai dari generasi muda hingga para lansia.

Hal ini menunjukkan bahwa revitalisasi RTH tidak sekadar berorientasi pada pembangunan fisik, melainkan juga pada penguatan relasi sosial dan rasa memiliki terhadap ruang bersama. Peran perempuan melalui kader PKK tampil menonjol sebagai motor penggerak kegiatan.

Selain berkontribusi dalam penyelenggaraan acara, para ibu dari berbagai RT menghadirkan ragam kuliner tradisional khas daerah serta menginisiasi sesi edukatif mengenai nilai-nilai kebangsaan, ketahanan keluarga, dan peran masyarakat dalam menjaga harmoni sosial.

Salah satu anggota PKK RT 11 Sangasanga, Ibu Mega, menegaskan bahwa peran perempuan dalam pembangunan masyarakat memiliki dimensi strategis.

Menurutnya, simbol sejarah seperti Patung Bung Karno harus diiringi dengan upaya nyata menghidupkan nilai-nilai perjuangan dalam keseharian.

“Nilai kemandirian, persatuan, dan cinta tanah air harus ditanamkan dari lingkungan keluarga, lalu diperluas ke masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh warga menjadikan RTH Sangasanga sebagai ruang publik yang produktif dan berkelanjutan. Revitalisasi ini, kata dia, perlu dijaga bersama agar mampu menjadi pusat aktivitas sosial, budaya, dan edukasi yang inklusif.

Pemerintah kecamatan menyambut positif kegiatan tersebut dan menilai bahwa pembangunan wilayah idealnya berjalan seimbang antara aspek fisik dan penguatan fondasi sosial-historis.

Acara ditutup dengan pertunjukan seni budaya lokal, yang semakin mempererat persaudaraan antarwarga serta memperkuat kecintaan terhadap warisan budaya daerah.(Silvi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *