Portalraya.com, Kukar – Upaya pelestarian seni tari di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendapat perhatian serius. Salah satunya melalui Yayasan Bebaya Studio yang aktif melibatkan generasi muda dalam mengembangkan sekaligus melestarikan budaya lokal. Sabtu, (20/09/2025)
Pelatih aktif Yayasan Bebaya Studio, Alicia Zahwa Ananda, menjelaskan bahwa metode pelatihan tari yang diterapkan di yayasan berfokus pada tiga aspek utama. “Yang pertama, memahami basic tari itu sendiri. Kedua, memahami teori, karena kita ketahui Kutai Kartanegara kaya akan budaya. Kali ini, kami bawakan Tari Jepen yang sudah dikreasikan. Ketiga, para penari juga perlu memahami makna dari setiap gerakan,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Alicia juga memaparkan bahwa karya yang mereka tampilkan terinspirasi dari aktivitas nelayan tradisional.
“Hari ini kami bawakan sebuah tarian tentang bu, yaitu alat yang digunakan nelayan untuk menunjang proses mereka bernelayan,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menekankan peran besar pemerintah daerah dalam mendukung kesenian di Kukar.
“Dukungan pemerintah sangat luar biasa. Mulai dari menunjang proses pelatihan, memastikan materi tersampaikan dengan baik, hingga hak yang diterima oleh sanggar atau yayasan benar-benar diperhatikan,” jelas Alicia.
Melalui kerja sama erat dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, Yayasan Bebaya Studio berharap keberadaan seni tari semakin kokoh sebagai fondasi budaya.
“Harapannya, generasi muda bisa menjadi penerus yang kuat dalam melestarikan budaya Kutai Kartanegara, khususnya di bidang seni tari dan karya cipta,” pungkas Alicia.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara komunitas seni dan pemerintah daerah dalam menjaga warisan budaya, sekaligus mendorong generasi muda untuk bangga dan percaya diri membawa identitas Kutai Kartanegara ke kancah yang lebih luas.(Silvi)
