Portalraya.com, Kukar – Tim penyusun Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kutai Kartanegara (Kukar) kembali memaparkan hasil kajian rona lingkungan wilayah rencana kegiatan PT Cemerlang Sawit Nusantara (CSN) di Kalimantan Timur.
Kajian ini menyoroti aspek meteorologi, kualitas udara, kebisingan, serta potensi perubahan iklim mikro akibat aktivitas perkebunan sawit.
Ketua tim penyusun, Muhammad Yahya, menjelaskan bahwa hasil pengamatan lapangan menunjukkan kondisi cuaca di wilayah studi tergolong tropis basah dengan curah hujan tahunan rata-rata mencapai 2.500–3.000 milimeter per tahun, dan suhu udara berkisar 24–33 derajat Celsius.
Kelembapan relatif udara berada pada kisaran 78–92 persen, menandakan kondisi lingkungan yang lembap dan mendukung pertumbuhan vegetasi tropis.
Dari sisi kualitas udara ambien, pengukuran terhadap parameter utama seperti SO₂, NO₂, CO, dan partikulat (PM10) menunjukkan hasil yang masih berada di bawah baku mutu lingkungan.
Namun, konsentrasi partikulat PM10 tercatat sedikit meningkat di sekitar jalur transportasi perusahaan, yang diduga akibat aktivitas kendaraan pengangkut bahan dan peralatan berat.
“Secara umum, kualitas udara masih baik, tetapi perlu perhatian pada area yang padat aktivitas untuk mengantisipasi peningkatan partikulat,” ujar Yahya.
Pengukuran tingkat kebisingan di beberapa titik pengamatan juga menunjukkan variasi antara 46 hingga 65 desibel (dB). Nilai tertinggi terdeteksi di sekitar jalan utama menuju lokasi konsesi, sementara area hutan sekunder menunjukkan tingkat kebisingan paling rendah.
Meskipun masih di bawah ambang batas kebisingan yang ditetapkan pemerintah, tim merekomendasikan penerapan zona penyangga vegetasi untuk mereduksi suara dari aktivitas alat berat di masa mendatang.
Kajian meteorologi dan kualitas udara ini turut mencakup analisis arah dan kecepatan angin. Hasilnya menunjukkan dominasi angin dari arah tenggara ke barat laut dengan kecepatan rata-rata 2,8 meter per detik, yang berpotensi memengaruhi pola sebaran debu pada musim kemarau.
Selain itu, tim penyusun AMDAL juga menilai bahwa keberadaan vegetasi alami di sekitar wilayah operasi PT CSN berperan penting dalam menjaga stabilitas iklim mikro, terutama dalam menekan fluktuasi suhu ekstrem dan menjaga kelembapan tanah.
Oleh karena itu, Yahya menegaskan pentingnya perusahaan menjaga area hijau eksisting dan melakukan revegetasi pada lahan terbuka.
“Rona lingkungan yang ada menjadi dasar penting bagi penyusunan langkah mitigasi. Tujuannya agar rencana kegiatan perusahaan dapat berjalan seiring dengan upaya pelestarian kualitas udara dan kenyamanan masyarakat sekitar,” tuturnya.
Paparan ini menjadi bagian dari rangkaian pembahasan komisi AMDAL yang akan menentukan rekomendasi teknis dan strategi pengelolaan lingkungan dalam rencana pengembangan perkebunan sawit PT Cemerlang Sawit Nusantara di Kukar. (Adv/DLHK KUKAR)
