Api Mengamuk di Sungai Meriam, 13 Pintu Sewa dan 3 Rumah Pribadi Ludes, Tiga Balita Tak Terselamatkan

22be50df-2c40-47b2-a50f-cacfaa4ee4c4

Portalraya.com, Kukar– Tragedi memilukan terjadi di Desa Sungai Meriam, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, pada Kamis (11/12/2025) sekitar pukul 13.10 Wita. Sebanyak 16 bangunan terdiri dari 13 pintu rumah sewaan dan 3 bangunan pribadi hangus hingga rata dengan tanah setelah dilalap api selama lebih dari dua jam. Musibah ini menelan tiga korban jiwa, seluruhnya anak-anak yang terjebak di dalam rumah yang terkunci saat api mulai berkobar.

Kasi Pemadaman dan Investigasi Damkarmatan Kukar, Muksin S.Sos, mewakili Kepala Damkarmatan Kukar Fida Hurasani, mengonfirmasi bahwa ketiga korban telah diidentifikasi menggunakan inisial untuk menghormati privasi keluarga. Mereka adalah A.A.A (6), A.R (4), dan A.C.P (1), yang seluruhnya tinggal di RT 21 Sungai Meriam.

Kebakaran pertama kali diketahui oleh Mursalim (34), warga setempat, yang melihat asap tebal keluar dari salah satu unit kontrakan milik Risma, warga Pulau Atas, Samarinda. Unit tersebut dihuni oleh Winda Amelia Putri, yang saat kejadian sedang meninggalkan rumah untuk berbelanja.

“Saya melihat asap dan mendengar suara anak menangis, tapi pintu terkunci rapat. Kami langsung panggil warga untuk membantu,” ujar Mursalim.

Warga sekitar berupaya memadamkan api menggunakan alat seadanya, namun bangunan berbahan kayu menyebabkan kobaran api cepat menyebar. Ketua RT 21, Siti Rahana, menyampaikan bahwa mereka telah berusaha mendobrak pintu, namun api sudah terlalu besar ketika akhirnya berhasil dibuka. Ketiga anak ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa akibat kepungan asap dan panas.

Unit pemadam dari Anggana, Samarinda, dan berbagai relawan seperti Barokah Perkasa Grup, MPS, Sudomulyo, Sungai Lais, serta Sei Kapih, tiba bertahap untuk menaklukkan api yang baru bisa dipadamkan pada pukul 15.30 Wita. Tim Damkarmatan Kukar kini melakukan investigasi lanjutan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.

“Kejadian ini adalah duka mendalam bagi kita semua. Kesadaran keselamatan harus terus ditingkatkan, terutama saat meninggalkan anak-anak di rumah,” tegas Muksin.

Pemerintah setempat telah menyalurkan bantuan darurat bagi keluarga korban dan pemilik bangunan yang terdampak.(Silvi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *