DLHK dan Sukarame Tegaskan Pemberdayaan Masyarakat Jadi Fokus Utama Program 2025

BANNER DINAS LINGKUNGAN HIDUP & KEHUTANAN 5

Portalraya.com, Kukar – Kelurahan Sukarame menegaskan bahwa program prioritas tahun 2025 tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat. Hal ini disampaikan Lurah Sukarame, Muhammad Zulkifli, dalam rangkaian pertemuan dengan warga terkait agenda tahunan kelurahan, Senin (29/09/2025).

Menurut Zulkifli, pembangunan harus berjalan seimbang antara infrastruktur dan peningkatan kapasitas masyarakat. “Kita tidak bisa langsung loncat. Harus step by step, seperti filosofi bambu yang akarnya diperkuat dulu sebelum tumbuh tinggi. Begitu juga dengan masyarakat, harus diberdayakan dulu agar pembangunan bisa kokoh,” ujarnya.

Selain program semenisasi jalan di kawasan yang belum tersentuh, kelurahan juga mengembangkan pelatihan bagi warga. Sejumlah pelatihan telah menyasar ibu-ibu PKK dan kader posyandu di enam titik posyandu wilayah Sukarame. Pihak kelurahan menilai, hasilnya sudah mulai terlihat. “Yang awalnya tidak bisa, sekarang sudah bisa. Yang dulu tidak tahu, kini sudah paham. Itu hasil dari pelatihan,” tambahnya.

Lebih jauh, setiap RT didorong untuk mengalokasikan dana RT bagi pelatihan lokal sesuai kebutuhan warganya. Dengan cara ini, masyarakat diharapkan berkembang tidak hanya secara fisik melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari sisi kualitas sumber daya manusia.

Program pemberdayaan ini juga dikaitkan dengan pengelolaan lingkungan, terutama melalui pembentukan Bank Sampah Bogenville. Dalam hal ini, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kukar turut memberikan dukungan berupa pembinaan teknis serta pendampingan. Zulkifli menilai, pemberdayaan warga dalam mengelola sampah bukan hanya bermanfaat bagi lingkungan, tetapi juga dapat menciptakan nilai ekonomi. “Manfaat kecil bisa terus menumpuk menjadi sesuatu yang besar,” katanya.

Selain fokus pada peningkatan kapasitas warga, Kelurahan Sukarame menekankan pentingnya menjaga budaya lokal dalam setiap pembangunan. “Modernisasi boleh saja, tapi jangan sampai meninggalkan adab dan budaya luhur kita,” tegas Zulkifli.

Dengan kombinasi pembangunan fisik, pelatihan masyarakat, pelestarian budaya, serta dukungan DLHK dalam pengelolaan lingkungan, Kelurahan Sukarame optimistis mampu menghadapi tantangan modernisasi sekaligus mendukung visi pembangunan Kabupaten Kutai Kartanegara. (Adv/DLHK KUKAR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *