Portalraya.com, Kukar– Persoalan sampah yang terus meningkat setiap tahun tak membuat Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim), berdiam diri. Melalui inovasi berjudul “Pemanfaatan Gas Metana Tempat Pemrosesan Akhir Timbunan Odah Sampah (Mantan Terindah)”, DLHK Kukar sukses mengubah tumpukan sampah di TPA Bekotok, Kelurahan Loa Ipuh, Tenggarong, menjadi sumber energi alternatif ramah lingkungan.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLHK Kukar, Irawan, menjelaskan bahwa program ini dikembangkan untuk memanfaatkan gas metana yang dihasilkan dari proses pembusukan sampah organik.
Gas yang biasanya menjadi ancaman karena berpotensi memicu kebakaran dan memperburuk efek rumah kaca, kini berhasil disulap menjadi bahan bakar rumah tangga.
“Gas metana yang dulunya berbahaya, sekarang menjadi solusi energi bersih. Beberapa rumah di sekitar TPA sudah memanfaatkannya untuk memasak,” ujar Irawan, Selasa, (23/09/2025).
Proses pengolahan dilakukan menggunakan teknologi sederhana. Pipa vertikal dan horizontal dipasang di area timbunan untuk menangkap gas, yang kemudian dialirkan ke instalasi pemurnian sebelum disalurkan ke dapur warga.
Hingga kini, sedikitnya lima keluarga telah menikmati manfaat energi murah ini, termasuk warga seperti Amilatul Jemah, Winarsih, Jainul Efendy, Tina, dan Juharni.
Menurut Irawan, program ini sejalan dengan visi pembangunan daerah yang tertuang dalam RPJMD Kukar 2021–2026 melalui program Kukar Idaman.
Dalam misi kelima dan keempat RPJMD, pemerintah menekankan pentingnya pelestarian lingkungan serta pengembangan energi terbarukan berbasis kearifan lokal.
“Pemanfaatan gas metana tidak hanya mengurangi emisi rumah kaca, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat,” tambahnya.
DLHK Kukar menargetkan perluasan jaringan gas ke lebih banyak rumah tangga dan berharap teknologi ini dapat direplikasi di TPA lain di Kutai Kartanegara.
“Inovasi ini menunjukkan bahwa sampah tidak selalu identik dengan masalah. Dengan pengelolaan yang tepat, tumpukan sampah justru bisa menjadi sumber energi yang menyalakan kehidupan warga,” tutup Irawan. (Adv/DLHK KUKAR)
