Portalraya.com, Kukar– Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus berinovasi dalam melestarikan budaya daerah melalui pendekatan kreatif dan edukatif. Salah satu wujud nyatanya adalah penyelenggaraan Festival Film Dokumenter Kukar 2025, yang menampilkan 12 karya film dokumenter hasil kreasi siswa SMP sederajat, digelar meriah di Taman Tanjong Tenggarong, Rabu (15/10/2025).
Festival ini merupakan inisiatif dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar sebagai wadah bagi pelajar untuk mengembangkan bakat dan memperkuat kecintaan terhadap budaya lokal.
Melalui karya dokumenter, para siswa diajak untuk menggali, merekam, dan mengenalkan kekayaan budaya Kukar kepada masyarakat luas dengan cara yang kreatif dan relevan dengan era digital.
Sebelum acara puncak, para peserta terlebih dahulu mengikuti workshop pembuatan film dokumenter pada 6 Oktober 2025.
Dalam sesi tersebut, mereka mendapatkan bimbingan langsung dari para profesional perfilman, mulai dari teknik pengambilan gambar, penulisan naskah, hingga penyuntingan video.
Setelahnya, para siswa memproduksi film bertema budaya lokal Kukar yang kemudian diputar dan dinilai oleh dewan juri.
Pamong Budaya Ahli Muda Bidang Cagar Budaya Disdikbud Kukar, Muhammad Saidar, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap semangat dan kreativitas para siswa.
“Kami sangat bangga dengan karya-karya para peserta. Mereka mampu mengangkat kekayaan budaya Kukar dari seni tari, musik tradisional, kuliner, hingga sejarah dan tradisi masyarakat dengan pendekatan sinematik yang menarik,” ujar Saidar.
Ia menambahkan, Disdikbud Kukar berencana untuk meningkatkan dukungan dan anggaran festival pada tahun 2026, agar lebih banyak sekolah dan siswa yang dapat berpartisipasi.
“Festival ini bukan sekadar lomba, tapi juga media edukatif yang mengajarkan nilai pelestarian budaya dan keterampilan digital. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda tahunan yang terus berkembang,” ungkapnya.
Melalui Festival Film Dokumenter Kukar 2025, pemerintah daerah berharap dapat menumbuhkan generasi muda yang kreatif, peduli budaya, dan melek teknologi, sekaligus menjadikan Kukar sebagai daerah pelopor dalam memadukan pendidikan, seni, dan pelestarian budaya berbasis digital.(Silvi)
