Gunung Bugis Kembali Digerebek Tiap Tahun, Ketua JMSI Pertanyakan Hasil Pemberantasan Narkoba

Portalraya.com, Balikpapan – Penggerebekan terhadap dugaan peredaran narkoba di kawasan Gunung Bugis, Balikpapan Barat, kembali dilaksanakan oleh Polda Kalimantan Timur pada Jumat (9/10/2026) malam. Operasi yang berlangsung berulang kali dari tahun ke tahun itu memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas penanganan peredaran narkoba di kawasan tersebut.

Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Balikpapan, David Purba, berpandangan bahwa penggerebekan yang terus dilakukan di lokasi yang sama perlu diikuti hasil nyata. Menurutnya, penegakan hukum tidak cukup hanya melalui operasi lapangan, tetapi juga harus mampu memutus jaringan peredaran narkoba secara menyeluruh.

David menyebut, berulangnya operasi di Gunung Bugis setiap tahun menjadi alasan bagi masyarakat untuk mempertanyakan perkembangan penanganan kasus tersebut. Kondisi ini juga berpotensi memunculkan anggapan bahwa persoalan narkoba di kawasan itu belum ditangani hingga tuntas.

“Kalau setiap tahun dilakukan penggerebekan di kawasan yang sama, publik tentu bertanya: apa yang sebenarnya sudah berubah? Jangan sampai masyarakat melihatnya sebagai operasi yang terus berulang, tetapi persoalan peredaran narkobanya tidak kunjung selesai,” ujarnya.

Ia menjelaskan, mempertanyakan efektivitas penggerebekan bukan berarti mengabaikan upaya yang telah dilakukan kepolisian. Sebaliknya, evaluasi diperlukan untuk mengetahui sejauh mana operasi tersebut memberikan dampak, termasuk perkembangan perkara yang ditangani dan langkah lanjutan dalam memutus jaringan peredaran narkoba.

David juga menilai jumlah orang yang diamankan dalam sebuah operasi bukan satu-satunya tolok ukur keberhasilan pemberantasan narkoba. Menurutnya, hasil penindakan perlu dilihat dari kemampuan aparat mengungkap jaringan yang terlibat serta menekan peredaran narkoba agar tidak terus terjadi di lokasi yang sama.

“Yang dibutuhkan masyarakat bukan hanya kabar tentang berapa orang yang diamankan. Publik juga perlu melihat apakah jaringan pemasoknya berhasil diungkap, apakah peredarannya benar-benar ditekan, dan apakah ada langkah lanjutan supaya persoalan yang sama tidak terus berulang,” tegasnya.

Lebih lanjut, David menekankan pentingnya pengembangan kasus untuk menelusuri jaringan pemasok hingga pihak-pihak yang diduga mengendalikan distribusi narkoba. Ia menilai, proses penanganan harus berjalan secara berkesinambungan sehingga tidak hanya berfokus pada pelaksanaan penggerebekan.

Selain penegakan hukum, ia mendorong adanya koordinasi yang lebih kuat antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan masyarakat dalam mencegah penyalahgunaan narkoba. Upaya sosial serta pemberdayaan masyarakat, menurutnya, juga perlu diperkuat sebagai bagian dari langkah pemberantasan yang lebih menyeluruh.

David berharap penanganan persoalan narkoba di Gunung Bugis dapat menunjukkan perubahan yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Evaluasi terhadap operasi yang berulang dinilai penting agar upaya pemberantasan narkoba tidak berhenti pada penindakan, tetapi juga menghasilkan penyelesaian yang berkelanjutan.

“Jangan sampai penggerebekan terus menjadi berita tahunan, sementara masyarakat masih dihadapkan pada persoalan yang sama. Yang perlu dibuktikan adalah perubahan nyata: peredaran narkoba ditekan, jaringan dibongkar, dan kawasan tersebut tidak terus-menerus menghadapi masalah serupa,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *