Operasi Pencarian Intensif Tim Damkar Kukar terhadap Korban Tenggelam di Sungai Santan Ulu, Resiko Arus Deras dan Satwa Liar Jadi Tantangan

05ff3e53-1c81-4573-8819-fbaabd3bc1fc

Portalraya.com, Kukar– Tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kutai Kartanegara (Damkarmatan Kukar) melakukan operasi pencarian intensif terhadap seorang warga yang dilaporkan tenggelam di Sungai Santan Ulu, Kecamatan Marang Kayu, pada Senin (19/01/2026). Operasi ini melibatkan lintas instansi dan masyarakat setempat, dengan fokus utama pada penyisiran di sekitar lokasi terakhir korban terlihat.

Korban diketahui bernama Muhammad Rusyaid Amar (33), warga RT 02 Desa Santan Ulu. Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Minggu (18/01/2026) sekitar pukul 14.00 WITA.

Berdasarkan keterangan saksi, korban saat itu berusaha menyeberangi sungai dengan menaiki rel seling angkutan kelapa sawit. Namun, di tengah perjalanan, kaki korban terpijak seling sehingga kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke sungai.

Kondisi korban saat kejadian disebut dalam keadaan lelah usai bekerja memanen, serta tidak memiliki kemampuan berenang, sehingga diduga kuat korban langsung terseret arus sungai yang cukup deras.

Laporan kejadian diterima oleh Mako Damkar Matan Kukar pada Minggu sore pukul 14.39 WITA. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim langsung dikerahkan ke lokasi pada Senin pagi pukul 07.00 WITA untuk melakukan pencarian dan penyelamatan.

Operasi pencarian dipusatkan di sekitar titik koordinat 0°01’26.0″S 117°26’13.2″E, lokasi terakhir korban terlihat oleh rekan kerjanya. Tim melakukan penyisiran sungai secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi arus, kedalaman air, serta potensi risiko lain di sekitar area pencarian.

Dalam operasi ini, Damkar Kukar mengerahkan satu unit mobil logistik dan satu unit rubber boat. Sementara BPBD Kukar turut mendukung dengan satu unit mobil Hilux, satu truk crane, serta satu unit perahu bermesin. Unsur lain yang terlibat meliputi Babinsa, Bhabinkamtibmas, Pos Sektor Marang Kayu, Masyarakat Peduli Api (MPA) Muara Badak, aparat desa, pihak keluarga, dan warga setempat.

Selain tantangan arus sungai yang cukup kuat, tim di lapangan juga dihadapkan pada potensi keberadaan satwa liar. Informasi dari warga menyebutkan adanya buaya berukuran besar di sekitar lokasi, dengan panjang diperkirakan mencapai 8 hingga 11 meter. Faktor ini membuat seluruh personel meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan standar keselamatan tinggi selama operasi berlangsung.

Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian masih terus dilakukan. Tim gabungan berkomitmen melanjutkan operasi dengan pendekatan profesional dan humanis, sembari berharap korban dapat segera ditemukan.

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama di jalur yang berisiko tinggi, guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.(Silvi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *