Pelajar di Loa Kulu Ditikam Rekan Sekelas di Dalam Ruang Kelas, Polisi Amankan Pelaku Anak dan Dalami Dugaan Perundungan

Portalraya.com, Kukar- Peristiwa kekerasan yang melibatkan dua pelajar terjadi di lingkungan SMA Negeri 1 Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Rabu pagi (25/02/2026), memicu keprihatinan mendalam terhadap keamanan dan kesehatan psikologis siswa di lingkungan pendidikan. Seorang pelajar berinisial MR (16) mengalami luka tusuk setelah diduga diserang oleh rekan sekelasnya sendiri di dalam ruang kelas saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.40 WITA di salah satu ruang kelas sekolah yang berlokasi di Kelurahan Loh Sumber, Kecamatan Loa Kulu.

Berdasarkan laporan kepolisian, korban saat itu sedang tertidur di dalam kelas sebelum pelaku, seorang pelajar berinisial ADC (16), masuk dan membangunkannya. Tak lama setelah korban terbangun, pelaku diduga langsung melakukan penikaman menggunakan senjata tajam yang telah dibawanya.

Korban dilaporkan mengalami luka tusuk pada bagian kaki kiri akibat serangan tersebut. Setelah melakukan aksinya, pelaku sempat melarikan diri ke area depan kelas lain sebelum akhirnya diamankan oleh pihak kepolisian.

Kanit Reskrim Polsek Loa Kulu, IPTU Danto Utomo, S.H, membenarkan kejadian tersebut dan memastikan bahwa pelaku telah diamankan untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut.

“Kami telah mengamankan pelaku beserta barang bukti berupa tiga bilah pisau dapur dan satu unit telepon genggam. Saat ini pelaku masih dalam pemeriksaan intensif untuk mendalami kronologi dan motif kejadian,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku diduga melakukan tindakan tersebut karena merasa sakit hati akibat dugaan perundungan yang dialaminya. Motif tersebut kini menjadi fokus penyelidikan lebih lanjut oleh aparat kepolisian, termasuk kemungkinan adanya faktor psikologis dan lingkungan yang mempengaruhi tindakan pelaku.

“Kami menangani perkara ini sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, mengingat pelaku masih berstatus anak. Pendekatan yang dilakukan tetap mengedepankan proses hukum serta memperhatikan aspek perlindungan anak,” tambah IPTU Danto Utomo.

Sementara itu, korban telah mendapatkan penanganan medis dan dalam kondisi stabil. Pihak sekolah bersama aparat kepolisian juga telah mengambil langkah pengamanan guna memastikan situasi tetap kondusif dan mencegah potensi gangguan lanjutan di lingkungan pendidikan tersebut.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap dinamika sosial di kalangan pelajar, termasuk potensi dampak serius dari perundungan yang tidak tertangani dengan baik.

Para pemangku kepentingan pendidikan diharapkan dapat memperkuat sistem pengawasan, konseling, serta mekanisme pelaporan yang efektif guna menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan mendukung kesejahteraan seluruh peserta didik.(Silvi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *