Raih Tiga Emas dan Satu Perunggu, Atlet Muaythai Kukar Torehkan Prestasi di Tingkat Nasional

Portalraya.com, Kukar – Atlet Muaythai asal Kutai Kartanegara (Kukar) yang tampil mewakili Kalimantan Timur (Kaltim) berhasil menorehkan prestasi di ajang Indonesia Muaythai Championship. Empat atlet binaan Arkan Sport Management sukses membawa pulang tiga medali emas dan satu medali perunggu.

Tiga medali emas tersebut masing-masing diraih M. Angkasa AB pada kategori U14 kelas 38 kilogram, Sandiego Nababan di kategori U10 kelas 32 kilogram, dan Chalista Alfarida AB pada kategori U10 kelas 26 kilogram.

Sementara itu, medali perunggu diraih Baktisyah Buswar pada kategori U23 Waikru. Dari seluruh atlet yang diberangkatkan, hanya Al Riski yang belum berhasil melaju dari babak penyisihan.

Pencapaian tersebut menjadi hasil positif dalam upaya pembinaan atlet Muaythai usia dini dan junior di Kukar. Sebelum mengikuti kejuaraan, para atlet menjalani persiapan selama kurang lebih satu bulan.

Pembina Arkan Sport Management, Rony Abdurrahman, mengatakan seluruh keberangkatan atlet dilakukan secara mandiri. Kendati menghadapi sejumlah keterbatasan dalam proses persiapan maupun perjalanan, para atlet tetap mampu memberikan penampilan terbaik saat bertanding.

“Persiapan sekitar satu bulan akhirnya terbayar dengan hasil tiga medali emas dan satu perunggu. Anak-anak mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya meski proses menuju pertandingan tidak mudah,” ujar Rony, Senin (10/8/2026).

Tantangan juga dirasakan para atlet selama perjalanan menuju lokasi pertandingan. Mereka membutuhkan waktu dua hari untuk sampai ke tempat pertandingan dan selama berada di lokasi harus menempati penginapan sederhana.

Namun, kondisi tersebut tidak membuat semangat para atlet menurun. Rony menilai pengalaman yang mereka lalui justru menjadi bagian penting dalam membangun mental dan semangat juang para atlet.

“Saya bangga karena anak-anak tidak banyak mengeluh. Mereka menjalani semua proses yang ada dan tetap fokus pada pertandingan. Bagi saya, prestasi bukan hanya soal medali, tetapi bagaimana mereka belajar menjalani prosesnya,” katanya.

Rony menyebut pembinaan atlet usia dini dan junior menjadi salah satu perhatian utama Arkan Sport Management. Menurutnya, atlet cabang olahraga beladiri membutuhkan tahapan panjang sebelum mampu berkompetisi di level elite.

Pengalaman bertanding sejak usia muda pun dianggap penting untuk mengembangkan kemampuan teknik, mental, kedisiplinan, serta keberanian dalam menghadapi lawan.

“Target kami memang membina atlet sejak usia dini dan junior. Tidak mudah membawa atlet beladiri sampai menjadi juara nasional di kelas elite. Karena itu, pengalaman bertanding dan meraih prestasi sejak junior menjadi bekal penting bagi mereka ke depan,” jelasnya.

Prestasi tersebut juga mendapat apresiasi dari Arkan Sport Management yang terus berupaya menjaga pembinaan atlet secara berkelanjutan. Rony turut mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah memberikan dukungan, mulai dari masa latihan hingga keberangkatan para atlet.

“Kami berterima kasih kepada Bunda Rita dan teman-teman member Arkan Camp yang terus memberikan dukungan kepada anak-anak,” ujarnya.

Salah satu atlet peraih emas, M. Angkasa AB, mengaku gembira setelah berhasil membawa pulang gelar juara. Ia mengatakan pertandingan yang dijalani cukup berat karena lawan yang dihadapinya memberikan perlawanan yang sengit.

“Saya senang bisa mendapatkan medali emas. Pertandingannya tidak mudah karena lawan cukup tangguh,” kata Angkasa.

Ia menyebut pencapaian tersebut tidak terlepas dari latihan yang dilakukan bersama para pelatih. Selain pembentukan teknik, para atlet juga mendapatkan arahan mengenai kedisiplinan dan pentingnya menjaga konsentrasi selama pertandingan.

Salah satu bentuk kedisiplinan yang diterapkan adalah pembatasan penggunaan telepon seluler selama kejuaraan agar konsentrasi atlet tetap terjaga.

“Program latihan dan arahan dari pelatih sangat membantu. Kami juga diminta disiplin dan tidak menggunakan HP selama pertandingan supaya bisa lebih fokus menghadapi lawan,” ujarnya.

Raihan medali emas tersebut menjadi dorongan tambahan bagi Angkasa untuk terus meningkatkan latihan dan mengejar prestasi selanjutnya. Ia berharap dapat kembali mengharumkan nama Kukar dan Kaltim pada kompetisi yang lebih tinggi.

“Setelah ini kami akan terus berlatih dan mengejar prestasi untuk daerah,” pungkasnya. (Danny)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *