Portalraya.com, Kukar – Taman Tanjong, yang terletak di jantung Kota Tenggarong, dibangun sebagai ruang publik dengan perpaduan fungsi rekreasi dan estetika kota. Seiring waktu, taman yang diharapkan menjadi salah satu ikon pariwisata Kutai Kartanegara (Kukar) kini resmi berada di bawah pengelolaan Dinas Pariwisata, sementara aspek kebersihan tetap ditangani oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK).
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLHK Kukar, Irawan, menegaskan bahwa secara teknis Taman Tanjong tidak dapat dikategorikan sebagai ruang terbuka hijau (RTH). “Kalau dilihat dari spesifikasinya, itu bukan RTH. Di dalamnya tidak sepenuhnya tanaman hijau, melainkan rumput sintetis dan beberapa pohon yang bukan pohon hidup,” ujarnya, Selasa (26/08/2025).
Meski pengelolaan taman telah beralih ke Dinas Pariwisata, DLHK tetap menjalankan fungsi pendukung di bidang kebersihan. Petugas DLHK rutin memantau kondisi taman, terutama saat akhir pekan dan hari libur ketika kunjungan meningkat. “Kami tetap backup dalam hal kebersihan agar aktivitas wisata bisa berjalan lancar,” tambah Irawan.
Pemerintah Kabupaten Kukar menilai Taman Tanjong memiliki dua peran strategis sekaligus: sebagai ruang wisata sekaligus fasilitas publik yang harus dikelola berkelanjutan. Karena itu, koordinasi lintas sektor antara DLHK, Dinas Pariwisata, dan instansi terkait terus diperkuat.
Warga Tenggarong pun memiliki pandangan beragam. Nurhayati, pengunjung taman, mengapresiasi keberadaan Taman Tanjong yang memberikan alternatif rekreasi keluarga. “Tempatnya bersih dan anak-anak bisa bermain dengan aman. Tapi saya lebih suka kalau ada lebih banyak pohon rindang agar terasa sejuk,” ujarnya.
Sementara itu, Supardi, pedagang kaki lima di sekitar taman, mengakui keberadaan taman memberi dampak positif pada usahanya. Namun, ia berharap pengelola lebih memperhatikan aspek alami. “Pengunjung ramai, tapi siang hari panas sekali karena pohonnya sedikit. Kalau ada lebih banyak pohon hidup, pasti lebih nyaman,” katanya.
Dengan dukungan pengelolaan terpadu, Taman Tanjong diharapkan tidak hanya menjadi ruang rekreasi modern, tetapi juga mampu menjaga keseimbangan antara fungsi wisata dan keberlanjutan lingkungan. (Adv/DLHK KUKAR)
