Portalraya.com, Kukar – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kutai Kartanegara terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan hidup di daerah dengan membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi para mahasiswa dan pelajar. Melalui berbagai program riset, magang, hingga praktik kerja lapangan (PKL), DLHK menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam mendukung penyediaan data lingkungan yang akurat dan berbasis ilmiah. Rabu, (19/11/2025).
Salah satu fokus utama DLHK adalah memastikan parameter kualitas lingkungan diuji secara konsisten dan sesuai regulasi nasional. Parameter yang paling sering diuji mencakup pH, Total Suspended Solid (TSS), Biochemical Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), Dissolved Oxygen (DO), serta indikator mikrobiologis seperti fecal coliform dan total coliform, merujuk pada PP Nomor 22 Tahun 2021 Lampiran VI. Sementara untuk sektor pertambangan, pengujian logam Fe (besi) dan Mn (mangan) menjadi sangat penting sebagai indikator kualitas air limbah.
DLHK menilai bahwa keterlibatan mahasiswa dalam riset lingkungan menjadi salah satu kunci penguatan data. Melalui tugas akhir, penelitian mandiri, maupun proyek akademik, mahasiswa memiliki fleksibilitas dan semangat eksploratif yang sangat dibutuhkan untuk menghasilkan temuan ilmiah yang relevan.
“Mahasiswa memiliki peran strategis dalam mendukung peningkatan kualitas data lingkungan. Mereka dapat melakukan riset secara lebih mendalam dan independen,” jelas Rohim.
Guna mendukung hal tersebut, DLHK membuka kesempatan magang atau PKL dengan persyaratan sederhana, adanya surat permohonan resmi dari kampus atau sekolah, durasi minimal dua bulan, serta pembatasan jumlah peserta maksimal lima orang dalam satu periode. Kebijakan ini dirancang agar proses pembelajaran berlangsung lebih fokus dan efektif.
Melalui keterlibatan langsung di laboratorium lingkungan, DLHK berharap mahasiswa dapat memahami secara menyeluruh bagaimana data kualitas lingkungan dikumpulkan, dianalisis, dan disajikan untuk mendukung pengambilan kebijakan.
Dengan pengalaman ini, para mahasiswa diharapkan lebih siap ketika memasuki dunia kerja dan mampu menjalankan proses teknis maupun analitis secara profesional.
Inisiatif ini menegaskan komitmen DLHK Kukar dalam membangun sinergi pendidikan pemerintah demi menciptakan pengelolaan lingkungan yang lebih akurat, berkelanjutan, dan berbasis ilmu pengetahuan.(Silvi)
