Menebar Kepedulian di Bulan Suci, Pangdam VI/Mulawarman Hadirkan Harapan bagi Anak Yatim dan Pengguna Jalan di Balikpapan

Portalraya.com, Balikpapan- Di tengah nuansa Ramadan yang sarat makna, kepedulian sosial kembali ditegaskan oleh Panglima Kodam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Krido Pramono, melalui kegiatan pemberian tali asih kepada anak yatim serta pembagian takjil kepada masyarakat. Kegiatan yang berlangsung di Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Jumat (27/02/2026) tersebut menjadi simbol nyata kehadiran militer sebagai bagian dari denyut kehidupan masyarakat.

Saat senja mulai turun, suasana hangat terasa di lingkungan Makodam VI/Mulawarman. Puluhan anak yatim berkumpul dengan wajah penuh harap.

Pangdam VI/Mulawarman hadir bukan dalam kapasitas formal semata, melainkan sebagai sosok yang memberikan perhatian dan kasih sayang. Ia menyapa satu per satu anak-anak tersebut, berbincang ringan, serta memberikan bingkisan tali asih yang disambut dengan senyum tulus.

“Pemberian ini bukan sekadar bantuan materi, melainkan wujud kepedulian dan pesan bahwa kami selalu hadir sebagai pelindung dan bagian dari keluarga besar mereka,” ujarnya.

Momentum tersebut mencerminkan peran strategis Tentara Nasional Indonesia tidak hanya dalam menjaga kedaulatan negara, tetapi juga memperkuat ikatan sosial dan kemanusiaan.

Dalam konteks global, kegiatan seperti ini memperlihatkan pendekatan human-centered military engagement, di mana kekuatan militer berperan aktif membangun stabilitas sosial melalui kepedulian langsung kepada masyarakat.

Usai kegiatan bersama anak yatim, Pangdam beserta jajaran melanjutkan aksi kemanusiaan dengan membagikan paket takjil kepada para pengguna jalan.

Pengendara ojek daring, sopir angkutan umum, hingga pedagang kecil yang masih berjuang mencari nafkah menjelang waktu berbuka, menerima paket tersebut dengan penuh rasa syukur. Kehadiran Pangdam di tengah masyarakat memperlihatkan bahwa institusi militer tidak berjarak, melainkan menyatu dengan realitas kehidupan rakyat.

“Ramadan adalah waktu untuk memperkuat nilai kemanusiaan dan solidaritas. Melihat senyum masyarakat adalah kebahagiaan tersendiri bagi kami,” ungkapnya.

Kegiatan ini juga menjadi refleksi filosofi pertahanan modern di Indonesia, di mana keamanan nasional tidak hanya ditentukan oleh kekuatan alutsista, tetapi juga oleh kepercayaan dan kedekatan antara aparat dan masyarakat. Dengan membangun hubungan emosional yang kuat, stabilitas sosial menjadi lebih kokoh dan berkelanjutan.

Lebih dari sekadar agenda seremonial, kegiatan berbagi ini menghadirkan pesan universal bahwa kekuatan sejati sebuah institusi terletak pada kemampuannya memberi harapan.

Di bulan suci yang penuh berkah ini, Pangdam VI/Mulawarman telah menunjukkan bahwa kepemimpinan bukan hanya tentang komando, tetapi juga tentang kepedulian, empati, dan komitmen untuk selalu hadir bagi mereka yang membutuhkan.(Silvi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *