Portalraya.com, Anggana- Komitmen profesionalisme dan kesiapsiagaan kembali ditunjukkan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kutai Kartanegara melalui respons cepat terhadap laporan masyarakat terkait penemuan jenazah yang mengapung di aliran Sungai Anggana, tepatnya di kawasan Jalan Dermaga Kutai Lama, Desa Kutai Lama, Kecamatan Anggana, Minggu (01/03/2026).
Operasi evakuasi yang dimulai pukul 10.30 WITA tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan Kepala Desa Anggana yang secara langsung mendatangi Pos Sektor Damkar Anggana untuk meminta bantuan penanganan.
Menanggapi laporan tersebut, tim penyelamat segera bergerak menuju lokasi dengan mengedepankan prosedur keselamatan, profesionalisme, serta pendekatan humanis dalam penanganan korban.
Sebanyak enam personel Damkar dikerahkan dalam operasi tersebut, terdiri dari Meiry Sulindra S, Dapit Saputra, Deni Harianto, M. Hepny, Muhdani, dan Dery Wicaksono. Dengan dukungan peralatan pelindung dasar berupa sarung tangan karet (lateks), tim melaksanakan proses evakuasi secara hati-hati dan terkoordinasi untuk memastikan jenazah dapat diangkat dengan aman dan bermartabat.
Kehadiran tim Damkar di lokasi mencerminkan kesiapan institusi dalam menjalankan fungsi penyelamatan yang tidak terbatas pada penanggulangan kebakaran, tetapi juga mencakup operasi kemanusiaan dan penanganan kondisi darurat lainnya.
Proses evakuasi berlangsung secara sistematis dengan memperhatikan faktor keamanan lingkungan serta kondisi arus sungai, hingga akhirnya berhasil diselesaikan pada pukul 12.05 WITA.
Langkah cepat yang dilakukan Damkar Kukar mendapat apresiasi dari masyarakat setempat, yang menilai kehadiran aparat penyelamat memberikan rasa aman sekaligus memastikan penanganan korban dilakukan secara layak dan profesional.
Peran aktif pemerintah daerah melalui unit Damkar menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan dan ketertiban masyarakat, khususnya di wilayah yang memiliki karakteristik geografis perairan.
Operasi ini juga menjadi refleksi nyata dari transformasi pelayanan publik di sektor penyelamatan, di mana kesiapsiagaan, koordinasi, dan kecepatan respons menjadi elemen utama dalam menghadapi berbagai situasi darurat.
Kehadiran Damkar tidak hanya berfungsi sebagai institusi teknis, tetapi juga sebagai representasi kehadiran negara dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat.
Seluruh rangkaian kegiatan evakuasi berlangsung dengan aman, tertib, dan terkendali, mencerminkan standar operasional yang profesional serta dedikasi tinggi para personel di lapangan.
Keberhasilan operasi ini menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dalam memperkuat kapasitas layanan penyelamatan yang responsif, terintegrasi, dan berorientasi pada nilai kemanusiaan.
Upaya ini sekaligus memperkuat posisi Kabupaten Kutai Kartanegara sebagai wilayah yang terus membangun sistem pelayanan publik yang modern dan tanggap terhadap kebutuhan masyarakat, sejalan dengan semangat pembangunan berkelanjutan di Indonesia.(Silvi)
