Portalraya.com, Paser– Upaya pencarian intensif yang dilakukan Tim Rescue Kantor SAR Balikpapan bersama unsur SAR gabungan akhirnya membuahkan hasil. Seorang pendulang pasir bernama Fitriadi (43), yang sebelumnya dilaporkan terseret arus deras di Sungai Kandilo, Desa Songka, Kabupaten Paser, berhasil ditemukan pada hari kedua pelaksanaan Operasi SAR (H.2) dalam kondisi meninggal dunia.
Insiden nahas tersebut terjadi di aliran Sungai Kandilo, salah satu sungai utama di wilayah Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur. Sungai ini dikenal memiliki arus yang cukup kuat, terutama pada titik-titik tertentu yang kerap dimanfaatkan masyarakat untuk aktivitas pendulangan pasir.
Operasi pencarian dimulai sejak pagi hari dengan briefing pada pukul 07.00 WITA. Setelah evaluasi dan pembagian tugas, tim langsung melakukan penyisiran sejauh kurang lebih dua kilometer dari lokasi kejadian perkara (LKP).
Metode pencarian dilakukan secara terpadu melalui jalur air dengan memanfaatkan peralatan SAR air serta dukungan peralatan selam guna memastikan setiap titik potensial dapat diperiksa secara maksimal.
Sekitar pukul 10.00 WITA, korban berhasil ditemukan sekitar 500 meter ke arah hilir dari lokasi awal dilaporkan hilang. Tim segera melakukan proses evakuasi dengan prosedur standar keselamatan, sebelum membawa korban menuju Puskesmas Batu Kajang untuk penanganan lebih lanjut dan proses administrasi medis.
Operasi SAR ini melibatkan sinergi lintas sektor, di antaranya Tim Rescue Kantor SAR Balikpapan, unsur TNI/Polri, BPBD Paser, Dinas Pemadam Kebakaran, PMI, Linmas, potensi SAR dari perusahaan sekitar, serta partisipasi aktif masyarakat setempat.
Sejumlah peralatan dikerahkan untuk mendukung operasi, termasuk Rescue Car Hilux, rubber boat, perahu ketinting milik warga, peralatan selam, perangkat komunikasi, hingga dukungan medis lapangan.
Proses pencarian sempat menghadapi sejumlah tantangan, terutama arus sungai yang deras dan potensi ancaman satwa liar seperti buaya. Meski demikian, kondisi cuaca yang cerah berawan turut membantu kelancaran operasi.
Setelah korban ditemukan, seluruh unsur melaksanakan debriefing pada pukul 11.30 WITA. Berdasarkan hasil evaluasi bersama, operasi resmi dihentikan dan diusulkan untuk ditutup. Seluruh personel yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing guna melanjutkan kesiapsiagaan.
Tim Rescue Kantor SAR Balikpapan menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban atas musibah ini.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan dan standar keselamatan dalam setiap aktivitas di perairan dengan risiko tinggi, terutama di wilayah dengan karakter arus yang tidak dapat diprediksi.(Silvi)
